Outlook Positif untuk Semester Pertama 2026
Manajemen CMRY menyampaikan pandangan yang lebih optimis untuk periode 4Q25 hingga 1H26. Optimisme ini didukung oleh beberapa faktor:
- Daya beli konsumen yang membaik dibandingkan basis tahun lalu yang lemah
- Purchasing Managers' Index (PMI) kembali ke zona ekspansi sejak Agustus 2025
- Likuiditas yang meningkat dan kebijakan pemerintah yang lebih pro-pertumbuhan
Untuk segmen susu UHT, perusahaan mengantisipasi pemulihan di kuartal keempat 2025, dengan proyeksi pertumbuhan keseluruhan segmen dairy mencapai 13% di tahun ini. Sementara itu, segmen consumer food diperkirakan akan mempertahankan pertumbuhan pendapatan sekitar 20% year-on-year.
Inovasi Produk yang Tepat Sasaran
CMRY terus berinovasi dengan meluncurkan produk-produk yang selaras dengan tren kesehatan konsumen. Baru-baru ini, perusahaan memperkenalkan susu dan yogurt tanpa tambahan gula, menjadikannya pelopor di industri dairy Indonesia.
Strategi pemasaran perusahaan juga patut diacungi jempol, dengan rasio Advertising & Promotion terhadap penjualan mencapai 11,5% di 9M25. Eksekusi pemasaran diperkuat melalui aktivasi lapangan yang efektif serta kolaborasi dengan influencer dan komunitas olahraga.
Ekspansi Jaringan Distribusi
Target ambisius CMRY adalah menggandakan kehadiran General Trade (GT) dan jaringan Miss Cimory dalam lima tahun ke depan. Strategi ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada saluran modern trade.
Kontribusi yang lebih tinggi dari Miss Cimory juga meningkatkan efisiensi modal kerja, dengan periode piutang hanya satu hari dibandingkan periode piutang konsolidasi sekitar satu bulan. Hasilnya, Cash Conversion Cycle (CCC) membaik menjadi 47 hari di 3Q25 dari sebelumnya 61 hari di 3Q24.
Fokus pada Pertumbuhan Berbasis Merek
Berbeda dengan kompetitor yang bersaing melalui harga, CMRY menerapkan strategi "blue ocean" dengan fokus pada diferensiasi dan value for money. Perusahaan mempertahankan positioning premium tanpa melakukan diskon besar-besaran, bahkan di tengah kondisi ekonomi yang kurang mendukung tahun lalu.
Untuk 2026, manajemen telah mempertimbangkan dampak pelemahan rupiah dan memilih untuk tidak menaikkan Average Selling Price (ASP), lebih memilih mendorong pertumbuhan berkelanjutan melalui ekspansi volume.
Normalisasi Harga Susu Bubuk
Harga susu bubuk global telah normal kembali ke level US$3.470 per metrik ton per 21 Januari 2026, turun sekitar 10% dari puncaknya di Agustus 2025. Dengan kontribusi dairy sekitar 37% dari total pendapatan, normalisasi ini memberikan katalis positif untuk margin keuntungan.
Proyeksi Keuangan yang Menjanjikan
Berdasarkan proyeksi finansial untuk 2026:
- Pendapatan diperkirakan mencapai Rp12,19 triliun
- Laba bersih ditargetkan Rp2,49 triliun
- Margin laba bersih diproyeksikan 20,5%
- Return on Equity (ROE) diperkirakan mencapai 28%
Perusahaan juga memiliki posisi kas bersih yang kuat dengan rasio net debt to equity negatif, menunjukkan kesehatan finansial yang solid.
Kesimpulan
Cisarua Mountain Dairy menunjukkan eksekusi strategi bisnis yang excellent dengan runway pertumbuhan jangka panjang yang menjanjikan. Kombinasi antara inovasi produk, strategi pemasaran efektif, ekspansi distribusi, dan manajemen yang solid menempatkan CMRY pada posisi yang kuat untuk terus tumbuh di industri konsumer Indonesia.
Dengan berbagai inisiatif strategis yang tengah berjalan dan outlook positif untuk tahun 2026, CMRY layak untuk terus dipantau sebagai salah satu pemain utama di sektor consumer staples Indonesia.