Saham Jawara

Portal analisis saham dan investasi terpercaya
Analisis Saham

Begini Rekomendasi Saham PGAS oleh CGS Sekuritas

Admin 01 September 2025 181 views
Begini Rekomendasi Saham PGAS oleh CGS Sekuritas
Perusahaan Gas Negara (PGAS) tengah mengalami transformasi signifikan dalam strategi bisnisnya, dengan peningkatan ketergantungan pada Liquified Natural Gas (LNG) untuk memenuhi permintaan distribusi gas yang terus tumbuh. Berdasarkan analisis terbaru per 22 Agustus 2025, perusahaan ini mempertahankan rating HOLD dengan target harga Rp1,575, mencerminkan posisi strategis yang solid namun menghadapi tantangan operasional.

## Profil Perusahaan

 

**Kode Saham:** PGAS (IDX) / PGAS.JK (Reuters)  

**Harga Saham:** Rp1,725  

**Target Harga:** Rp1,575  

**Market Cap:** US$2,567 juta  

**Kepemilikan Pertamina:** 57%  

**Free Float:** 43%

 

## Kunjungan Lapangan: FSRU Jawa Barat

 

Pada tanggal 20 Agustus 2025, tim analis melakukan kunjungan ke Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Jawa Barat yang berlokasi di Teluk Jakarta. Fasilitas strategis ini dimiliki oleh Nusantara Regas, dimana PGAS memiliki 40% kepemilikan saham, sementara sisanya dimiliki oleh Pertamina sebagai perusahaan induk.

 

### Operasi FSRU Jawa Barat

 

FSRU ini telah beroperasi sejak tahun 2012 dan memainkan peran vital dalam penyediaan energi bersih untuk Jakarta. Fasilitas ini memproses LNG menjadi Compressed Natural Gas (CNG) yang kemudian disalurkan ke Onshore Receiving Facility (ORF) di Muara Karang melalui pipa transmisi bawah laut sepanjang 13 kilometer.

 

**Kinerja Operasional 2024:**

- 40 kargo LNG diterima

- Total volume: 89,5 juta mmbtu (setara 245 mmscfd)

- Sumber utama: Blok Tangguh dan Mahakam melalui kontrak jangka panjang

 

### Dampak Terhadap Pasokan Listrik Jakarta

 

Nusantara Regas sebagian besar menjual gasnya kepada PLN (Perusahaan Listrik Negara) untuk mengoperasikan tiga pembangkit listrik tenaga gas:

- Tanjung Priok

- Muara Karang  

- Muara Tawar

 

Ketiga pembangkit ini secara kolektif menghasilkan 60-70% dari kebutuhan listrik Jakarta, menunjukkan peran krusial PGAS dalam infrastruktur energi nasional.

 

## Strategi Transformasi LNG

 

### Tantangan Pasokan Blok Koridor

 

Dengan menurunnya pasokan dari blok Koridor yang diproyeksikan turun dari sekitar 400 mmscfd pada 2024 menjadi 270-300 mmscfd pada 2025, PGAS menghadapi tantangan signifikan dalam mempertahankan volume distribusi gas.

 

### Peningkatan Ketergantungan LNG

 

Dalam analyst call kuartal pertama 2025, manajemen PGAS mengumumkan bahwa sekitar 20% dari pasokan distribusi gas pada tahun 2025 akan dipenuhi menggunakan LNG, meningkat tajam dari hanya 7% pada tahun 2024.

 

### Portfolio Fasilitas Regasifikasi

 

PGAS saat ini mengoperasikan tiga fasilitas regasifikasi gas:

 

1. **FSRU Jawa Barat** - Kepemilikan 40% melalui Nusantara Regas

2. **FSRU Lampung** - Kepemilikan 99%

3. **Regasifikasi LNG Arun** - Kepemilikan 51%

 

Untuk pasar Jawa Barat yang strategis, perusahaan berencana meningkatkan utilisasi FSRU Lampung sebagai bagian dari strategi diversifikasi pasokan.

 

## Fokus Pelanggan dan Strategi Harga

 

Berdasarkan feedback terbaru dari pelanggan, dua isu utama yang menjadi perhatian adalah:

- **Stabilitas pasokan gas jangka panjang**

- **Keterjangkauan harga**

 

Manajemen PGAS berkomitmen untuk mempertimbangkan keterjangkauan bagi pengguna akhir dalam penetapan harga, sambil berupaya menjadi agregator gas terkemuka di Indonesia untuk mengamankan alokasi LNG domestik.

 

## Analisis Finansial dan Valuasi

 

### Target Harga dan Metodologi

 

Target harga Rp1,575 didasarkan pada metode Discounted Cash Flow (DCF) dengan parameter:

- **WACC:** 11,7%

- **Long-term Growth:** 1%

 

### Asumsi Spread Distribusi Gas

 

Harga saham saat ini mengimplikasikan spread distribusi gas sebesar US$1,9-2,0 per mmbtu, yang dinilai terlalu optimis dibandingkan asumsi analis sebesar US$1,8 per mmbtu.

 

### Proyeksi Dividen

 

Meskipun menghadapi tantangan operasional, posisi free cash flow yang kuat memungkinkan PGAS mempertahankan pembayaran dividen yang solid dengan yield proyeksi 8,2-8,4% untuk periode 2025-2027.

 

## Analisis Risiko

 

### Downside Risks

- Provisi tambahan untuk kontrak LNG

- Pasokan lebih rendah dari ekspektasi dari blok Corridor  

- Volume lifting hulu lebih rendah dari perkiraan dari blok Pangkah

 

### Upside Risks

- Pembayaran dividen yang lebih tinggi dari proyeksi

- Permintaan distribusi gas yang lebih baik dari ekspektasi dari sektor industri di Jawa

 

## Outlook dan Rekomendasi

 

### Rating: HOLD

 

Rekomendasi HOLD dipertahankan mengingat potensi re-rating yang terbatas dalam jangka pendek. Namun, fundamental jangka panjang perusahaan tetap solid dengan beberapa faktor pendukung:

 

1. **Posisi strategis** dalam infrastruktur energi nasional

2. **Diversifikasi portofolio** melalui fasilitas regasifikasi

3. **Cash flow yang stabil** untuk mendukung dividen berkelanjutan

4. **Transformasi menuju LNG** sebagai respons terhadap dinamika pasokan

 

### Prospek Jangka Panjang

 

Transformasi PGAS menuju pemanfaatan LNG yang lebih intensif mencerminkan adaptasi strategis terhadap perubahan lanskap energi Indonesia. Dengan posisi sebagai pemain utama dalam distribusi gas dan infrastruktur regasifikasi yang memadai, PGAS well-positioned untuk menghadapi tantangan energi masa depan.

 

## Analisis Teknikal

 

**Support Levels:**

- Support 1: Rp1,625

- Support 2: Rp1,555

 

**Resistance Levels:**  

- Resistance 1: Rp1,765

- Resistance 2: Rp1,835

 

## Kesimpulan

 

PGAS berada pada titik transformasi penting dalam sejarah perusahaan, dengan shift strategis menuju LNG sebagai respons terhadap dinamika pasokan domestik. Meskipun menghadapi tantangan jangka pendek terkait margin dan pasokan, posisi fundamental yang kuat dan peran vital dalam ekosistem energi nasional memberikan pondasi solid untuk pertumbuhan jangka panjang.

 

Investor disarankan untuk mempertimbangkan PGAS sebagai play defensif dengan yield dividen yang menarik, sambil mengawasi perkembangan implementasi strategi LNG dan dampaknya terhadap profitabilitas perusahaan.

 

---

 

*Artikel ini disusun berdasarkan riset CGS International tertanggal 22 Agustus 2025. Informasi ini tidak merupakan rekomendasi investasi dan investor disarankan melakukan analisis independen sebelum mengambil keputusan investasi.*

Bagikan Artikel