Berdasarkan laporan keuangan BBNI kuartal 2 tahun 2025, berikut adalah ringkasan utama:
Kinerja Keuangan Q2 2025
Laba Bersih: BBNI mencatat laba bersih sebesar IDR 4,7 triliun, turun 12,4% secara kuartalan dan 12,1% secara tahunan.
Hasil ini sedikit di bawah perkiraan analis dan konsensus (~45,7% dari estimasi FY25).
Net Interest Margin (NIM): Mengalami tekanan dengan turun menjadi 3,7% (-20bps QoQ, -30bps YoY), disebabkan oleh:
Kenaikan cost of funds ke 2,81% (+6bps QoQ) akibat penguatan likuiditas proaktifPenurunan loan yield ke 7,3% (-10bps QoQ)
Pertumbuhan Bisnis
Pertumbuhan Kredit: Melambat menjadi +7,1% YoY, didukung oleh:Segmen korporat (+10,4% YoY)UKM non-KUR (+9,2% YoY)
Dana Pihak Ketiga: CASA deposits mengalami lonjakan +18,7% YoY berkat traksi kuat dari platform digital "Wondr" dan "BNI Direct", menyebabkan LDR turun ke 86,2% (vs 93,1% di Q1 2025).
Kualitas Aset
NPL: Tetap stabil di 1,9% dengan LAR di 11% (vs 12,3% di Q2 2024). Credit cost tetap flat di 1,0%, menunjukkan manajemen risiko yang baik.
Strategi Ke Depan
BBNI fokus pada:Ekspansi segmen UKM dengan penguatan infrastrukturPercepatan pertumbuhan CASA transaksional melalui platform digitalPeningkatan kemampuan untuk memanfaatkan ekosistem klien korporat dan pemerintah
Revisi Guidance 2025NIM: Dipotong menjadi ≥3,8% (dari sebelumnya 4,0-4,2%)Pertumbuhan Kredit: Tetap di 8-10%Cost of Credit: Tidak berubah di ~1%
Rekomendasi AnalisSamuel Sekuritas mempertahankan rating HOLD dengan target harga IDR 4,500 (1,1x PBV), yang menunjukkan potensi upside 6,6% dari harga penutupan IDR 4,220. Rekomendasi ini mencerminkan tekanan margin yang berkelanjutan dan lanskap pendanaan yang kompetitif.Risiko Upside: Akumulasi CASA yang dipercepat dan kinerja yang lebih kuat dari segmen UKM dan menengah.Risiko Downside: Cost of funds yang tinggi berkepanjangan, deteriorasi kualitas aset kredit konsumer, dan headwind makroekonomi.