Berdasarkan laporan keuangan PT Sunindo Pratama Tbk untuk semester I 2025, berikut adalah analisis penyebab turunnya laba di kuartal ke-2:
Perbandingan Kinerja Keuangan
Laba Bersih:
Semester I 2025: Rp90,69 miliar
Semester I 2024: Rp124,17 miliar. Penurunan: 26,9% atau Rp33,48 miliar
Faktor-Faktor Penyebab Penurunan Laba:
- Penurunan PenjualanSemester I 2025: Rp438,17 miliarSemester I 2024: Rp522,39 milia Penurunan: 16,1% atau Rp84,22 miliar
- Peningkatan Beban Operasional. Beban Pokok Penjualan meningkat dari Rp332,76 miliar menjadi Rp295,85 miliar (sebenarnya turun). Beban Usaha meningkat dari Rp33,22 miliar menjadi Rp34,83 miliar (naik 4,8%)
- Struktur Margin yang Tertekan. Gross Profit Margin 2025: 32,5% vs 2024: 36,3%. Meskipun beban pokok penjualan turun secara absolut, penjualan turun lebih drastis
- Faktor Keuangan. Beban keuangan turun drastis dari Rp493,29 juta menjadi Rp51,31 jutaPendapatan keuangan naik dari Rp1,82 miliar menjadi Rp4,46 miliarHal ini sebenarnya membantu, tapi tidak cukup mengompensasi penurunan operasional
- Beban PajakBeban pajak turun dari Rp34,01 miliar menjadi Rp22,24 miliar
Analisis Segmen Penjualan
Komposisi Penjualan Berdasarkan Produk:
Semester I 2025:
Sale of Goods (Penjualan Barang): Rp438,03 miliar (99,97%)
Services Revenue (Pendapatan Jasa): Rp143,83 juta (0,03%)
Total: Rp438,17 miliar
Semester I 2024:
Sale of Goods: Rp521,86 miliar (99,90%)
Services Revenue: Rp529,25 juta (0,10%)
Total: Rp522,39 miliar
Breakdown Penjualan Barang:
- Oil Country Tubular Goods (OCTG):2025: Rp407,60 miliar (93,0% dari total penjualan)2024: Rp493,26 miliar (94,4% dari total penjualan). Penurunan: Rp85,66 miliar (-17,4%)
- Wellhead dan Christmas Tree:2025: Rp17,92 miliar (4,1%)2024: Rp24,84 miliar (4,8%). Penurunan: Rp6,92 miliar (-27,8%)
- Lainnya:2025: Rp12,51 miliar (2,9%)2024: Rp3,76 miliar (0,7%). Peningkatan: Rp8,75 miliar (+232,7%)
- Wellhead Engineering Service:2025: Rp143,83 juta (0,03%)2024: Rp529,25 juta (0,10%). Penurunan: Rp385,42 juta (-72,8%)
Key Findings:
- Dominasi OCTG yang Menurun. OCTG tetap menjadi segmen utama (93% dari penjualan) Namun mengalami penurunan signifikan 17,4%Ini menunjukkan tekanan di sektor oil & gas
- Wellhead & Christmas Tree Tertekan BeratPenurunan paling tajam (-27,8%) Menunjukkan penurunan aktivitas drilling/completion
- Segmen "Lainnya" Tumbuh PesatPeningkatan 232,7% menunjukkan diversifikasi produkNamun kontribusi masih kecil (2,9%)
- Jasa Engineering Menurun DrastisTurun 72,8%, menunjukkan berkurangnya proyek engineering
Analisis Geografis:
Indonesia (Domestik):2025: 85% dari total penjualan2024: 70% dari total penjualan
Ketergantungan pada pasar domestik meningkat
Negara Asing (Ekspor):2025: 15% dari total penjualan2024: 30% dari total penjualan
Penurunan ekspor yang signifikan
Kesimpulan Strategis:
Tantangan:Core business (OCTG) mengalami kontraksi akibat penurunan aktivitas oil & gasEkspor turun drastis, meningkatkan ketergantungan pasar domestik
Segmen jasa engineering tertekan menunjukkan berkurangnya proyek kompleks
Peluang:Diversifikasi produk di segmen "Lainnya" menunjukkan potensi
Market share domestik masih bisa dioptimalkan
Recovery wellhead products ketika aktivitas drilling meningkat
Rekomendasi:Fokus diversifikasi untuk mengurangi ketergantungan pada OCTG
Penetrasi pasar ekspor yang lebih agresif
Pengembangan value-added services untuk meningkatkan margin
Secara keseluruhan, penurunan penjualan disebabkan oleh kontraksi di core business OCTG dan wellhead products, yang mencerminkan kondisi industri oil & gas yang challenging di semester I 2025.