Kinerja Operasional Membaik Secara Bertahap
Sepanjang tahun fiskal 2025, MIDI mencatat SSSG sebesar 1,48%. Meskipun angka ini masih di bawah proyeksi awal, perusahaan menunjukkan tren perbaikan yang konsisten dari kuartal ke kuartal. SSSG kuartal IV 2025 tercatat -0,39%, mengalami perbaikan signifikan dibandingkan kuartal III yang mencapai -1,36% dan kuartal II di angka -4,07%.
Yang lebih menggembirakan, manajemen melaporkan bahwa SSSG telah berubah menjadi positif pada November dan Desember 2025. Momentum positif ini berlanjut hingga awal Januari 2026, di mana SSSG mencapai pertumbuhan mid-single digit meskipun menghadapi basis pembanding yang tinggi di periode yang sama tahun sebelumnya.
Strategi Ekspansi yang Lebih Terukur
Dalam hal ekspansi jaringan, MIDI mengadopsi pendekatan yang lebih konservatif di tahun 2025. Perusahaan membuka 152 gerai baru, lebih rendah dari target awal 200 gerai. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap kinerja yang lebih lemah di wilayah Jawa.
Meski demikian, untuk tahun 2026, MIDI tetap optimis dengan menargetkan pembukaan 200 gerai baru. Perusahaan juga berencana memasuki beberapa provinsi baru di luar Jawa sebagai bagian dari strategi diversifikasi geografis.
Proyeksi Pertumbuhan yang Solid di 2026
Analis memproyeksikan MIDI akan mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 9,4% dan pertumbuhan laba sebesar 16,8% di tahun fiskal 2026. Angka ini menempatkan MIDI sebagai salah satu nama dengan pertumbuhan terkuat di sektor ritel.
Beberapa faktor pendukung pertumbuhan ini antara lain:
- Perbaikan SSSG yang diproyeksikan mencapai 3,2% di tahun 2026
- Ekspansi jaringan dengan target penambahan 200 gerai baru
- Peningkatan margin secara bertahap yang didukung oleh pelepasan Lawson di kuartal III 2025
- Tidak ada kerugian dari anak perusahaan yang sebelumnya membebani kinerja
Valuasi Menarik untuk Prospek Pertumbuhan
Dengan harga saham saat ini di level Rp354, MIDI diperdagangkan pada rasio Price to Earnings (PE) 14,1 kali untuk proyeksi tahun fiskal 2026. Valuasi ini dinilai menarik mengingat prospek pertumbuhan yang solid dan profil bisnis yang lebih defensif dibandingkan ritel lainnya.
Sebagai perbandingan, kompetitor terdekat MIDI yaitu Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) saat ini diperdagangkan dengan premium sekitar 40% terhadap MIDI, meskipun memiliki proyeksi pertumbuhan laba dan margin yang lebih rendah.
Fundamental yang Kuat
Dari sisi fundamental keuangan, MIDI diproyeksikan akan mencatatkan:
- Pendapatan sebesar Rp22,8 triliun di tahun 2026 (naik 9,4% YoY)
- Laba bersih sebesar Rp840 miliar di tahun 2026 (naik 16,8% YoY)
- Gross margin yang stabil di kisaran 25,9%
- Net margin yang meningkat menjadi 3,7%
Perusahaan juga menunjukkan manajemen modal kerja yang baik dengan posisi kas yang sehat dan tingkat utang yang rendah.
Outlook Positif untuk Tahun 2026
Manajemen MIDI tetap optimis dapat mencapai pertumbuhan SSSG mid-single digit di tahun fiskal 2026. Optimisme ini didukung oleh beberapa faktor:
- Momentum positif yang sudah terbangun sejak akhir 2025
- Strategi ekspansi ke wilayah-wilayah baru yang berpotensi
- Fokus pada efisiensi operasional pasca divestasi Lawson
- Positioning sebagai ritel staple dengan profil bisnis yang defensif
Dengan target harga Rp550 per saham, masih terdapat potensi kenaikan (upside) sebesar 55,4% dari harga saat ini, menjadikan MIDI sebagai salah satu pilihan investasi menarik di sektor ritel untuk tahun 2026.