Highlights Utama:
- Katalis PertumbuhanJalan Tol Patimban: Akan mengurangi waktu tempuh ke Pelabuhan Patimban >70% (dari 2 jam), meningkatkan konektivitas Subang SmartpolitanKenaikan Harga Lahan: Harga lahan industri sudah mencapai USD 120/m², naik 50% YoY. Diproyeksikan naik lagi ~30% setelah tol selesaiAkuisisi Djarum: Pembelian 5,89% saham oleh Djarum mendorong kenaikan harga saham 82% MTD
- Potensi Masuk MSCI Small CapMarket cap free-float USD 618jt (di atas threshold USD 250jt)ADTV 12 bulan USD 1,8jt/hari (di atas requirement USD 1jt/hari)Pengumuman review MSCI: 7 Agustus 2025, efektif 27 Agustus 2025
- Proyeksi Keuangan (2025F-2027F)Revenue diproyeksikan tumbuh dari IDR 6,5T (2025F) ke IDR 8,8T (2027F)Net profit naik signifikan dari IDR 303M (2025F) ke IDR 617M (2027F)EPS growth 76,8% (2026F), P/E turun ke 25,4x (2026F)
- Aset StrategisTotal land bank: 4.117 ha (2.717 ha di Subang, 1.400 ha di Karawang)Target penjualan lahan: 60-70 ha per tahunPosisi kas kuat: IDR 2,6T (2024A)5. Infrastruktur PendukungPelabuhan Patimban Phase I-2 (4Q25F): kapasitas 3,75jt TEUs (+1.400%)Akses strategis ke berbagai fasilitas dalam radius 0-60 menitRisiko: Tantangan eksekusi, keterlambatan pembangunan tol Patimban dan pelabuhan, perubahan regulasiKinerja Saham YTD: +114,9% (vs JCI +4,5%)