Saham Jawara

Portal analisis saham dan investasi terpercaya
Analisis Saham

iPhone 16 Dongkrak Kinerja ERAA di Kuartal II 2025

Admin 02 August 2025 426 views
iPhone 16 Dongkrak Kinerja ERAA di Kuartal II 2025
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mencatat pertumbuhan pendapatan yang solid di semester pertama 2025, didorong oleh penjualan iPhone 16 series yang diluncurkan pada April 2025.

Kinerja Semester Pertama 2025

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), distributor produk teknologi terkemuka di Indonesia, berhasil mencatatkan kinerja yang positif di semester pertama 2025. Perusahaan yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia ini membukukan pendapatan sebesar IDR 35,04 triliun pada periode 6 bulan pertama 2025, naik 5,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan pendapatan ini didorong oleh peningkatan penjualan di hampir semua segmen bisnis ERAA, kecuali segmen produk operator yang mengalami penurunan 11,72% year-on-year (YoY) menjadi IDR 792 miliar pada 6M25.

Momentum Kuartal II yang Mengesankan

Kuartal kedua 2025 menjadi periode yang sangat mengesankan bagi ERAA. Pendapatan perusahaan melonjak signifikan sebesar 20,66% quarter-on-quarter (QoQ) mencapai IDR 19,16 triliun pada 2Q25. Kinerja cemerlang ini terutama didorong oleh segmen ponsel dan tablet yang mengalami peningkatan penjualan 25,42% QoQ menjadi IDR 15,47 triliun.

Lonjakan penjualan di segmen ini sejalan dengan peluncuran iPhone 16 series di Indonesia yang dimulai pada April 2025. Produk flagship Apple terbaru ini terbukti menjadi katalis utama pertumbuhan pendapatan ERAA di kuartal kedua.

Tantangan di Sisi Biaya Operasional

Meskipun pendapatan tumbuh positif, ERAA menghadapi tekanan dari sisi biaya operasional. Beban operasional perusahaan meningkat 14,05% YoY menjadi IDR 2,56 triliun pada 6M25. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh:

  • Biaya penjualan dan distribusi yang naik 17,99% YoY menjadi IDR 1,69 triliun
  • Biaya umum dan administrasi yang meningkat 5,84% YoY menjadi IDR 1,09 triliun

Kondisi ini menyebabkan laba operasional ERAA hanya tumbuh terbatas 1,26% YoY menjadi IDR 1,12 triliun pada 6M25. Namun, pada basis kuartalan, laba operasional menunjukkan pemulihan yang kuat dengan pertumbuhan 59,43% QoQ mencapai IDR 689 miliar di 2Q25.

Kinerja Laba Bersih yang Solid

Di sisi laba bersih, ERAA mencatat kinerja yang lebih baik. Laba bersih perusahaan tumbuh 6,61% YoY menjadi IDR 606 miliar pada 6M25. Pertumbuhan ini didorong oleh penurunan beban non-operasional sebesar 19,79% YoY menjadi IDR 257 miliar, yang disebabkan oleh:

  • Peningkatan pendapatan keuangan dari bunga
  • Penurunan beban keuangan akibat biaya bunga yang lebih rendah

Pada kuartal kedua, momentum positif laba bersih semakin menguat dengan pertumbuhan 85,41% QoQ mencapai IDR 394 miliar, sejalan dengan peningkatan signifikan laba operasional.

Rekomendasi dan Outlook

Analis dari Phintraco Sekuritas memberikan rekomendasi HOLD untuk saham ERAA dengan target harga IDR 555 per saham, sama dengan proyeksi sebelumnya. Rekomendasi ini didasarkan pada kinerja ERAA yang masih selaras dengan proyeksi untuk tahun fiskal 2025.

ERAA merupakan saham yang memenuhi prinsip syariah dan tercatat sebagai konstituen IDX ESG Leaders, menunjukkan komitmen perusahaan terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Kesimpulan

Kinerja ERAA di semester pertama 2025 menunjukkan resiliensi bisnis perusahaan di tengah tantangan operasional. Peluncuran iPhone 16 series terbukti menjadi driver pertumbuhan yang kuat, terutama di kuartal kedua. Meskipun menghadapi tekanan dari sisi biaya operasional, perusahaan berhasil mempertahankan profitabilitas yang solid dengan dukungan efisiensi di sisi non-operasional.

 
Bagikan Artikel